Pulau Kenawa, Sumbawa Barat
Opini

Resolusi!

Malam itu di warung lalapan depan kos. Saya baru saja kelar yudisium sarjana saat itu.

Saya dan kedua orang tua tengah sibuk melahap makanan lalapannya masing-masing. Sesekali diselingi obrolan tentang masa depan saya, memilih karir atau melanjutkan studi magister terlebih dahulu. Prinsip Bapak adalah mana yang lebih dulu berpeluang, ambil saja.

Sempat jeda sejenak, tiba-tiba Bapak nyeletuk, “Sudah ada yang nungguin, kah?” Saya kaget. Mulut menganga. Melongo. “Nungguin gimana maksudnya?” saya balik bertanya.

Continue reading

Standard
Rofinus, satu di antara tiga ketua adat Wae Rebo tengah menjemur kopi di pagi yang cerah
Cerita Perjalanan

Di Timur Matahari

“Aih! Kenapa tidak ke Kelimutu?”

“Aih! Kenapa tidak ke Komodo?”

“Aih! Belum sah ke Flores kalau tidak ke Komodo dan ke Kelimutu!”

“Sumba sudah?”

Suara-suara itu saya dengar dari sejumlah teman di Flores, khususnya. Baik lewat telepon atau ngobrol langsung. Saya hanya bisa menggeleng dan menjawab diplomatis, belum ada waktu. Tambahan, saya juga sedikit berkelakar, “Pasti akan ada jelajah Nusa Tenggara Timur jilid ke sekian dan seterusnya!”

NTT bukan hanya tentang itu bukan?

Continue reading

Standard
Wisatawan berdesakan di sunrise point, gardu pandang Pananjakan 1 Cemoro Lawang, Probolinggo. Di sini adalah salah satu spot terbaik menyaksikan sunrise Gunung Bromo dan lautan pasirnya dari atas bukit.
Opini

Perjalanan: Ekspektasi dan Realita

Saya tercenung cukup lama membaca artikel yang ditulis Kanika Saxena di Travel Triangle. Berulang kali menggerakkan scroll mouse naik-turun.

Artikel yang diterbitkan 15 Februari 2016 lalu ini berisikan tentang ekspektasi dan realita dalam traveling. Ia menampilkan 16 foto lokasi wisata terkenal dunia. Mulai dari Tembok Besar China hingga Stonehege. Foto-fotonya mungkin sudah ramai di berbagai jejaring media sosial. Sebagian malah dikemas menjadi meme yang lucu sekaligus menggetarkan. Membandingkan harapan (ekspektasi) dan kenyataan (realita).

Kemudian saya tersenyum membaca dua komentar dari pengguna Facebook di bawah artikel tersebut.

Continue reading

Standard
Sunrise dari tepi Kaldera Bromo dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo. Tampak Gunung Semeru di kejauhan.
Opini

Ayo, ke Taman Nasional Sekarang Juga!

Dalam tulisan sebelumnya, saya menyebut bahwa saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat beranjangsana ke Labuan Bajo, dan khususnya Taman Nasional Komodo. Walau cuma trekking melihat Komodo, tanpa menyelami bawah lautnya. Walau saya hanya sampai di “pintu”-nya Nusa Tenggara Timur saja. Begitulah impresi pertama tentang Indonesia bagian timur.

Continue reading

Standard