Labuan Bajo-Malang dalam 57 Jam

Di dalam toilet, saya tidak hendak kencing. Saya membuka dompet lecek yang tebalnya kian menipis. Tersisa enam lembar uang 50 ribuan untuk ongkos transportasi pulang ke Malang. Tambah selembar 50 ribu lagi untuk ongkos makan.

Dengan sisa uang tersebut, secara matematis akan ada cukup uang untuk naik bus dari pelabuhan Sape ke Bima. Tapi tidak dengan ongkos bus dari Bima ke Mataram. Belum lagi menyeberang ke Bali… Ke Banyuwangi… Ke Malang…

Saya kemudian teringat dengan tiga truk ekspedisi yang ikut dalam penyeberangan sore ini…

Continue reading “Labuan Bajo-Malang dalam 57 Jam”