Momen senja kala yang keemasan di sisi selatan
Cerita Perjalanan, Opini

Senja Kala

Kapan terakhir kali kita menyempatkan diri sejenak, menyaksikan langit senja yang kemerahan atau keemasan?

Sore itu, dua sahabat bertandang ke kos saya di tepian barat Tunggulwulung, yang lagi mendung.

Saya tengah menulis di laptop kecil saat itu. Menghadap dua jendela besar yang separuhnya tertutup tirai biru laut. Menghadap mendung ke arah barat. Tak ada ekspektasi apa-apa tentang senja kala yang bikin terkesima.

Lalu terdengar suara derap kaki mendekat. Saya membukakan pintu kamar yang terletak di lantai dua ini. “Assalamualaikum, halo Pakde gaes! Lama tak jumpa,” sapa Oki, sambil menenteng sebuah tenda dome kuning dan matras aluminium foil. Diikuti di belakangnya, Mustofa. Keduanya seangkatan, tapi tiga tahun di bawah saya di fakultas yang sama.

Saya menjawab salam keduanya. Mempersilakan masuk. “Bagaimana Malang selatan?” tanya saya sambil terkekeh.

Kedua wajah mereka yang sudah kuyu langsung semakin kuyu. Keduanya kompak mendengus. “Macet!” Saya tertawa.

Continue reading

Standard
Pak Pono di kejauhan. Sedang mencari posisi yang sinyalnya stabil untuk menelepon kawannya.
Cerita Perjalanan

Air Terjun Gua Kelelawar (Coban Goa Lowo)

Kami sedang dalam perjalanan kembali ke tempat parkir atas. Menapaki jalan berlapis cor dan tanah yang berselang-seling. Hanya selebar dua sepeda motor berjajar dan agak licin. Menanjak, berliku, dan menguras tenaga. Pak Pono berjalan paling depan, diikuti oleh Eko dan saya.

Di tengah napas memburu, tebersit sebuah ide dalam pikiran. “Bagaimana kalau coban yang tadi, dinamakan Coban Goa Lowo, Pak? Air Terjun Gua Kelelawar?” Saya mengusulkan.

Langkah kami bertiga langsung terhenti. Kami saling berpandangan. Dengan tetap memanggul kayu batangan di bahu kanan, Pak Pono mengangguk lalu bertanya balik kepada saya, “Ngunu ae (begitu saja) ya, Mas?”

Continue reading

Standard