Desa Wisata Kebonagung

Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta

Sore yang cukup gerah di Kebonagung. Kami, tim #EksplorDeswitaJogja, duduk melingkari meja di dalam sekretariat desa wisata. Mencermati informasi-informasi seputar desa wisata ini dari seorang Dalbiya.

Pria kelahiran Bantul 54 tahun silam itu sangat bersemangat ketika bicara. Gaya bicaranya cepat. Sekali berhenti cerita, kami memancingnya dengan pertanyaan. Lelaki berkacamata itu akan kembali menjawab dengan cerita-cerita. Suka dan dukanya terlibat dalam desa wisata. “Saya kalau cerita bakal panjang. Kayak curhat,” katanya. Kami tertawa.

Setelah kurang lebih setengah jam berbincang sejak kami datang, Dalbiya memberi isyarat berhenti curhat. “Sekarang silakan melihat gejog lesung dulu.” Saya melongok ke luar jendela sekretariat.

Continue reading “Desa Wisata Kebonagung”

Kampung Pitu Nglanggeran

Sunrise Puncak Gunung Bantal, Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta

Tak ada satu pun bukti tertulis yang mengisahkan terbentuknya kampung ini. Cerita-cerita yang membentuknya adalah hasil kekuatan lisan. Mulut ke mulut. Dari generasi ke generasi. Turun temurun.

Kabarnya, semua bermula dari seonggok pohon kinah gadung wulung. Ia hanya pohon biasa yang tumbuh di sebuah padukuhan bernama dusun Tlogo. Tapi di dalamnya, tersimpan benda pusaka. Benda yang dikabarkan memiliki kekuatan supranatural besar itu terpantau radar Keraton Kesultanan Mataram.

Keraton pun menyebar sayembara. Barangsiapa yang kuat menjaga dan merawatnya, akan diberi tanah secukupnya untuk anak dan keturunan. Seorang abdi dalem keraton yang berasal dari Banyumas, Eyang Iro Dikromo menyanggupinya. Benda pusaka kemudian diamankan dan disimpan dalam keraton.

Jejak Eyang Iro Dikromo mendapatkan benda pusaka di Dusun Tlogo, diikuti keenam orang sakti lainnya, termasuk Kyai Tir. Namun, hanya mereka berdua yang dapat melanjutkan keturunan di dusun tersebut.

Continue reading “Kampung Pitu Nglanggeran”

Jejak Batik Tulis Giriloyo

Nur Janah, seorang pengrajin, sedang mencanting di atas kain batik bermotif klasik

Di sebuah saung kayu beralas keramik kuning gading, tiga perempuan berjilbab sedang membatik. Masing-masing duduk di atas dingklik plastik yang hampir tidak terlihat. Tertutup baju. Seakan-akan mereka membatik dengan berjongkok.

Jemari mereka begitu lihai mencanting di atas kain katun putih yang sudah tak polos. Sudah memiliki pola yang memikat. Dua motif klasik dikerjakan oleh Khiftiyah dan Nur Janah,  sedangkan Imaroh membatik motif buah naga. Motif tersebut merupakan motif pengembangan (modern).

Lekuk motif yang rumit itu, tak sekadar bicara mengenai proses membuat pola, mencanting, mewarnai, nglorot (menghilangkan lilin), hingga mencuci. Kerumitan motif tersebut menggambarkan ketelatenan dan kesabaran srikandi pembatik itu. Sesabar saat mereka dan pengrajin batik lainnya melalui ujian berat yang terjadi 11 tahun silam.

Continue reading “Jejak Batik Tulis Giriloyo”

Wisata Alam di Desa Bleberan

Gua Rancang Kencono dan air terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Butuh 36 tahun bagi pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan Bleberan, Kecamatan Playen, sebagai desa wisata. Objek wisata gua Rancang Kencono dan air terjun Sri Gethuk dirintis masyarakat setempat sejak tahun 1974, lalu diresmikan dan dikelola secara maksimal pada 3 Juli 2010. Tahun-tahun yang terentang di antaranya adalah masa kevakuman dan terbatasnya sumber daya manusia, yang berdampak pada kekurangseriusan pengelolaan.

Kini, gapura kokoh menyambut di dua ikon desa wisata Bleberan itu. Hari itu, Saifuddin, juga turut menyambut kami yang tergabung dalam tim #EksplorDeswitaJogja. Pemandu sekaligus pemaket wisata itu mendampingi kami selama di lokasi. Ia menjelaskan berbagai seluk-beluk di balik keberadaan kedua objek wisata yang dipisahkan jarak sejauh 700 meter.

“Mari kita ke gua Rancang Kencono dulu,” ajak Saifuddin.

Continue reading “Wisata Alam di Desa Bleberan”

(Kumpulan Foto) Puncak B29 Lumajang

Seorang pria Tengger berbalut sarung dan mengenakan peci menikmati panorama Bromo

Hari Buruh, tiga tahun lalu. Mengawali bulan Mei di tahun 2014, saya bersama tiga orang teman ‘mendadak’ bersepeda motor ke Bukit B29, Desa Argosari, Senduro, Lumajang. Saat itu, punggungan bukit yang termasuk bagian dari tebing kaldera Bromo itu belum lama dibuka untuk wisata.

Dalam pos ini, saya menampilkan foto-foto selama kami berkemah di sana. Foto-foto yang dapat menjadi alasan, bahwa kami ingin kembali ke sana lain waktu. Menikmati alam, menikmati suasana hangat dan ramah di antara masyarakat suku Tengger Argosari. Menikmati Bromo dari sisi timur.

Continue reading “(Kumpulan Foto) Puncak B29 Lumajang”