#VisitJateng: Menginap Semalam di Atria Hotel & Conference Magelang (8-habis)

Ini hari keempat saya di Jawa Tengah. Setelah sebelumnya berkelana ke Ungaran, Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Temanggung; kini saya masih melanjutkan perjalanan. Magelang, kota yang akan saya tuju.

“Jadi pulang kapan?”

“Besok, Pak. Hari ini mau menginap semalam di Magelang dulu,” jawab saya kepada Bapak melalui telepon singkat. Keputusan yang baru saya buat saat semalam lalu menginap di sebuah hotel melati, dekat Stasiun Poncol. “Mumpung masih di Jawa Tengah, Pak. Jadi, hadiah voucher menginapnya dipakai sekalian,” pungkas saya.

Dan seorang tukang ojek, dengan semangat mengantar saya dari terminal bus Tidar menuju Atria Hotel and Conference Magelang. Mata saya cukup segar, setelah tertidur cukup lama sepanjang perjalanan bus ekonomi Semarang-Magelang.

* * *

Seorang perempuan di balik meja resepsionis menyambut ramah. Saya mengkonfirmasikan diri sebagai salah satu pemenang Lomba Utama Blog Visit Jawa Tengah 2015, sembari menyerahkan selembar voucher kepadanya. Selagi proses administrasi, sesosok laki-laki berpenampilan rapi dan klimis mendekat. Sungkowo, turut menyambut dan memperkenalkan diri sebagai Guest Experience Manager, posisi yang belum lama ini diembannya. Posisi yang memberinya mandat untuk mendampingi tamu-tamu VIP dan semacamnya.

Olehnya saya diajak mengobrol singkat terlebih dahulu sembari menunggu proses check in. “Mau dibawakan tasnya?” tawarnya. “Ah, tidak usah Pak, sudah biasa memanggul carrier begini, hehehe,” cetus saya.

Lobi utama Atria Hotel & Conference Magelang
Lobi utama Atria Hotel & Conference Magelang

“Saya dulu juga kayak Mas Rifqy gini, suka naik gunung,” ujarnya lagi. Menarik! Berarti kami punya kesamaan hobi. Saya sudah membayangkan kami akan memiliki banyak topik obrolan menarik. Dan juga mendapatkan narasumber kunci untuk keperluan review (ulasan) hotel ini, yang sedang saya tulis dalam artikel ini.

* * *

Lokasi
Hotel bintang empat ini terletak tepat di jantung kota Magelang. Dan terletak di antara akses utama antara Yogyakarta dan Semarang. Saya juga sempat menghitung waktu tempuh dari termal bus Tidar ke hotel ini. Tak sampai 10 menit naik motor. Waktu tempuh yang sama jika ingin menuju alun-alun kota Magelang.

Atria Hotel & Conference Magelang juga terpaut lima menit jalan kaki dengan pusat perbelanjaan, 10 menit berkendara ke lapangan golf Internasional Borobudur.  Untuk menuju ke destinasi populer yang sudah mendunia, yaitu Candi Borobudur, memakan waktu tempuh sekitar 15-20 menit dengan kendaraan bermotor. Sedangkan bandar udara terdekat adalah Adi Sutjipto di Yogyakarta, berjarak sekitar paling cepat 1 jam perjalanan.

Tampak depan Atria Hotel & Conference Magelang
Tampak depan Atria Hotel & Conference Magelang

Saat pagi, udara sekitar hotel cukup sejuk, karena menghadap langsung dengan bukit Tidar yang cukup lebat. Di puncak bukit terdapat selasar untuk menikmati matahari terbenam, cocok bagi yang ingin jalan-jalan santai.

Merujuk pada sistem penilaian di TripAdvisor, saya memberikan nilai 4 dari 5 untuk segi lokasi. Karena ukuran strategis bukan perkara jauh atau dekat menurut saya, melainkan juga kemudahan akses transportasi yang tersedia. Di samping, kenyamanan dan keamanan di sekitar kawasan hotel tersebut berdiri. Kesejukan yang berasal dari ekosistem Bukit Tidar bisa menjadi nilai tambah untuk hotel ini.

Kamar dan Kualitas Tidur
Menaiki lift yang berada persis di depan Pamiluto restaurant, saya diantar Pak Sungkowo menuju lantai 9. Di kamar tipe Superior nomor 916 saya akan beristirahat.

“Jam berapa nanti kita keliling kota, Pak?” tanya saya.

“Ya paling tidak sekitar jam 5 sore lah gimana, Mas?” tawar Pak Sungkowo. “Oke, siap, Pak.” Beliau lalu meninggalkan kamar saya.

Dimanjakan pemandangan perbukitan Menoreh sebelum masuk kamar
Dimanjakan pemandangan perbukitan Menoreh sebelum masuk kamar

Kamar dengan satu kasur ini cukup lapang bagi saya. Jendela yang lebar dengan gorden coklat memberikan pandangan cukup lebar ke sisi timur. Saat itu siang hari, Gunung Merbabu sepertinya tersembunyikan oleh kabut. Sebelum jalan-jalan sore, saya menyempatkan untuk ‘menjelajah’ seisi kamar seluas 25 meter persegi ini.

Saya mulai dengan perabot paling utama: kasur. Sangat nyaman merebahkan diri di atas kasurnya yang empuk. Selimut yang cukup tebal untuk menghangatkan tubuh. Dilengkapi dua pasang set bantal yang sayangnya hanya saya pakai satu saja (jika Anda paham maksud saya, hehehe).

Si Podang ikutan bergaya di atas kasur
Si Podang ikutan bergaya di atas kasur

Di sisi sebelah barat kasur, terdapat meja kecil yang di atasnya tergeletak rapi telepon beserta kertas catatan kecil. Di sana pula saya letakkan kupon sarapan (breakfast) yang baru digunakan besok pagi.

Bergeser ke sisi timur dekat jendela, terdapat meja kecil dan sebuah sofa yang bisa digunakan bersantai, membaca koran dan menyeruput kopi atau teh. Di atas meja kecil tersebut, telah tersaji dua buah apel, dua buah salak, jeruk, sepotong cake dan sepotong buah strawberry. Sajian ringan dan segar yang dikemas dengan unik. Bahkan saya berhati-hati melepaskan plastik yang membungkusnya.

Camilan selamat datang
Camilan selamat datang

Di sisi selatan, terhampar meja kerja beserta kursinya. Selain welcome drink, juga tertumpuk rapi sebuah newsletter paket lebaran-Ramadan, majalah MNC Network edisi Agustus 2015, dan menu layanan kamar. Ditambah dengan reference book yang berisikan uraian dan panduan singkat khususnya tentang Atria Hotel & Conference Magelang. Di atas meja kerja ini juga menempel cermin panjang untuk berkaca atau berdandan.

Terus bergeser, melekat di dinding sebuah televisi LED hitam 32 inchi dengan kombinasi saluran lokal dan internasional. Di setiap kesempatan menginap di hotel yang kamarnya memiliki saluran internasional, saya selalu rutin menonton tayangan National Geographic, FOX Sports, dan FOX Crime.

Karena tidak membawa laptop, menonton televisi menjadi hiburan lebih bagi saya
Karena tidak membawa laptop, menonton televisi menjadi hiburan lebih bagi saya

Sebagai tambahan, terdapat slot IDD phone, dua buah stop kontak di sebelah kasur dan kamar mandi, dan satu stop kontak universal tiga lubang di meja belajar. Lalu fasilitas free WiFi yang sayangnya tak sempat saya coba, karena sedang menikmati bonus paketan di ponsel saya.

Sebelum memasuki kamar mandi, saya menempatkan jaket, celana dan kaos ke hanger yang menggantung di dalam lemari. Di dalamnya sudah disediakan piyama berwarna kuning namun tidak sempat saya pakai. Di bawah lemari terdapat safety deposit box dan sandal hotel.

Kamar mandi
Kamar mandi

Beranjak ke kamar mandi, yang paling pertama saya lakukan adalah mencoba shower-nya. Air panas berfungsi baik. Begitu pula dengan kloset duduknya, airnya sangat kencang.

Dilengkapi juga peralatan mandi macam handuk, pasta gigi, dan sebuah hair dryer yang juga tidak sempat saya pakai. Setelah tiga hari tiga malam bertualang, rasanya betah berlama-lama berdiam di bawah guyuran air panas yang memancar deras dari shower.

Air panasnya berfungsi baik
Air panasnya berfungsi baik

Dari segala fasilitas yang ada, tentu ada beberapa yang perlu diperhatikan lebih. Mungkin saran saja untuk Atria, saya orang yang suka memperhatikan hal detail terkecil, seperti polesan cat di sudut ruangan, tembok, mungkin bisa diperhalus supaya tidak mengesankan dikerjakan dengan terburu-buru. Juga kaca ataujendela kamar perlu dibersihkan, supaya terkesan lapang saat memandang pemandangan di sisi timur hotel.

Begitu pula ketiadaan lampu utama di tengah, membuat kamar menjadi temaram jika hanya mengandalkan lampu meja. Namun tidak menjadi masalah bagi saya, yang tentu lebih memilih menghabiskan malam dengan menonton televisi lalu tidur. Tak perlu menguras energi lampu.

 

Kembali merujuk pada penilaian TripAdvisor, saya memberikan nilai 4 dari 5 untuk kamar, fasilitas kamar, serta kualitas tidur yang saya rasakan. Nyaman yang cukup, walau saya hanya tidur sebentar karena keasyikan menonton tayangan FOX hingga larut malam.

Layanan dan Fasilitas
Ada beberapa fasilitas yang sangat saya suka. Utamanya saat berjalan di lorong menuju kamar. Terdengar lantunan musik bernada klasik. Membuat hati dan pikiran terasa tentram. Lalu keberadaan pajangan motif batik yang dipigura cukup rapi, disertai penjelasan judul motif dan deskripsi singkatnya dalam bahasa Inggris. Merupakan bukti bahwa Atria Hotel & Conference Magelang berkomitmen mengangkat batik untuk menjaga kelestariannya. Desain hotel boleh modern, namun batik sebagai warisan dunia tetap mendapatkan tempat.

Salah satu motif batik yang terpajang dekat pintu lift lantai 9
Salah satu motif batik yang terpajang dekat pintu lift lantai 9

Sayang, saya tak sempat mencoba fasilitas kolam renang atau fitness/spa karena lebih memilih beraktivitas di luar hotel, seperti keliling kota, kuliner, dan beberapa destinasi wisata lainnya. Bagi saya, yang penting di kamar bisa tidur nyaman, karena saya orang yang tidak bisa diam di ruangan. Dan apabila ada tempat menarik di luar hotel, saya akan upayakan mengunjunginya. Beruntung, sang Guest Experience Manager sangat sigap menemani saya.

Fasilitas lain yang sangat penting dan menjadi andalan adalah ruang pertemuan dan konferensi. Merujuk pada situs resminya, terdapat lima jenis ruangan dengan luas dan kapasitas yang berbeda-beda. Kelimanya antara lain Paramount Grand Ballroom yang paling luas, Citrus, Cilantro, Cinnamon, dan yang paling terkecil, Boardroom. Tak heran, sasaran konsumen Atria Hotel & Conference Magelang adalah pebisnis atau pengusaha.

Salah satu meeting room
Salah satu meeting room

Namun, fasilitas meeting room tersebut tentu tak terbatas kepada penggiat bisnis semata. Bagi konsumen yang ingin menggunakannya untuk seminar bahkan resepsi pernikahan tentu sangat memungkinkan.

Selain meeting room, Atria Hotel & Conference Magelang juga memiliki fasilitas kafe dan resto. Yang pertama adalah Truntum Lobby Bar, yang terletak di lantai satu dan paling dekat dengan lobi. Kafe ini hanya buka pada pukul 09.00 hingga 12.00 siang. Yang kedua adalah Pamiluto Restaurant, yang juga terletak di lantai satu dan berhadapan dengan lift. Di sinilah tempat untuk sarapan, makan siang, dan makan malam sesuai jamnya masing-masing.

Truntum lobby bar
Truntum lobby bar

Di luar fasilitas fisik, saya sangat terkesan dengan layanan yang diberikan. Khususnya kepada Pak Sungkowo selaku Guest Experience Manager, yang memberikan saya banyak informasi dan pengalaman. Beliau dengan sigap mengantarkan saya ke beberapa tempat wisata (cerita ditulis terpisah). Karenanyalah, saya ingin mengganjar nilai 4 dari 5 untuk aspek layanan dan fasilitas yang ada.

Dengan status hotel bintang empat, tentu saya sangat mengharapkan Atria Hotel & Conference Magelang semakin meningkatkan kualitasnya.

Variasi Menu Sarapan
Barangkali saat sarapan inilah yang sebenarnya membuat saya suka menginap di sini. Menunya sangat beragam, khas dan sangat lezat. Sampai sekarang, saya tak lupa betapa segarnya bakmi Mbok Mur sebagai pembuka sarapan.

Mbok Mur gesit meracik bakmi untuk tamu
Mbok Mur gesit meracik bakmi untuk tamu

Mbok Mur yang awalnya merupakan serang pengusaha katering, ditarik pihak hotel untuk meracik bakmi dan berbagai masakan Jawa lainnya sebagai menu andalan. Nasi gurih, tumis tempe lombok hijau, semur ayam, pecel sambal kacang, aneka gorengan, sempat saya cicipi. Mbok Mur tampak tak terlihat letih melayani permintaan tamu yang penasaran dengan bakmi racikannya. Terlihat segar di balik balutan kebaya yang dikenakannya.

Tak lupa nasi goreng mawut, nasi putih, bihun goreng, tumis sayuran, ayam goreng Klaten, kacang saus tomat, sosis ayam, dan kentang iris. Buah segar menjadi makanan penutup saya.

Sarapan bersama Pak Sungkowo (tengah) dan Pak Herman Raras
Sarapan bersama Pak Sungkowo (tengah) dan Pak Herman Raras

Saya tidak sarapan sendirian. Selain Pak Sungkowo, Pak Herman Raras selaku Food and Beverage Manager turut menyertai. Kami berbincang cukup banyak hal, yang menjadikan sarapan pagi begitu nikmat. Saya tak ingin berlebihan sebenarnya, tapi ingin memberikan nilai 4,5 dari 5 untuk variasi menu sarapan di Atria Hotel & Conference Magelang.

Kesimpulan
Hotel yang termasuk dalam grup Parador Hotel & Resort ini termasuk aktif di jejaring sosial. Selain memiliki website yang ringan, manajemen Atria Hotel & Conference Magelang juga cukup cepat merespon tanggapan maupun keluhan tamu yang biasa diunggah di laman TripAdvisor. Hal tersebut melengkapi berbagai kelebihan yang sudah dimiliki. Tentu, sebagai upaya agar terus berkembang dan semakin berkualitas dalam pelayanannya.

 

Menginap semalam di Atria Hotel & Conference Magelang ternyata tak cukup. Ada banyak yang belum sempat saya nikmati, utamanya aktivitas-aktivitas seru di sekitar Magelang. Tak heran jika Pak Sungkowo menawarkan diri kepada saya, “Mestinya tambah satu malam lagi nginapnya, Mas, biar puas.”

Apa daya, saya sudah janji kepada Bapak untuk pulang ke rumah. Namun saya telah membawa pesan dan harapan dari Pak Sungkowo. Saya akan mengabarkan kepada Bapak di rumah, jika kelak ada urusan ke Magelang, baiknya menginap di Atria walau hanya semalam. Atau bahkan lebih lama? (*)

Keterangan Penilaian:
1: terrible, 2: poor, 3: average, 4: very good, 5: excellent

ATRIA HOTEL & CONFERENCE MAGELANG
Jl. Jendral Sudirman no. 42. Magelang 56125
P: (+62 293) 3219-999
F: (+62 293) 3219-888
E: info@AtriaHotelMagelang.com

Foto sampul:
Bentuk kepedulian Atria Hotel & Conference Magelang terhadap batik

30 thoughts on “#VisitJateng: Menginap Semalam di Atria Hotel & Conference Magelang (8-habis)

  1. Breakfastnya bukan dimasak pengusaha katering? Wahhh ini kok menarik banget, Qy. Jarang banget hotel berbintang mau pakai jasa koki bukan chef lulusan sekolah perhotelan. Sayang yah itu kasurnya dipake sendirian, lah kenapa Si Podang nggak diajak bobok bareng sik? Hahaha

    Like

      1. Hahaha, ralat diterima 😀

        Ini katanya termasuk salah satu cara pihak hotel menyajikan makanan tardisional Jawa, yaitu mendatangkan si juru masaknya langsung ke hotel. Ternyata masakannya Mbok Mur ini yang paling ditunggu-tunggu saat sarapan. Bakminya enak Mas 😀

        Loh ya, Mas Halim mesti gitu deh, 😦

        Like

    1. Iya Mbak, saya kemarin juga diantar ke Punthuk Setumbu, tapi pake motornya Pak Sungkowo, mobilnya dipakai jemput tamu 😀

      Like

    1. Ah padahal masih belum yakin lengkap sebenarnya. Karena masih ada beberapa yang belum tercantum. Terima kasih sudah mampir, semoga bisa kesampaian 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s